The Transmigration of the Javanese Ethnic Group in Bangun Rejo Village, Kutai Kartanegara (1980–1983)

Authors

  • Aulia Maghfiroh Universitas Mulawarman
  • Muhammad Azmi Universitas Mulawarman
  • Norhidayat Norhidayat Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.30872/yupa.v9i3.3803

Keywords:

Transmigration, Javanese, Bangun Rejo Village, Samarinda, East Kalimantan

Abstract

This research explains the background of the transmigration of Javanese tribes to East Kalimantan, namely to Bangun Rejo Village in 1980-1983. This research aims to find out the factors behind their transmigration and the dynamics they faced during the transmigration process. The method used is the historical method, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, with data in the form of the phenomenon of the Soeharto era transmigration program and population distribution. The results showed that transmigration was a national effort to overcome poverty and develop inland areas as well as equalize the population throughout Indonesia. Transmigrants were given land to cultivate and financial support for one year. The program aims to provide new opportunities for those who want to build a life in developing areas. This research also illustrates the challenges of transmigrants' adaptation and integration with local communities.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, M. Z. (2018). Pengelolaan Anggaran Pembangunan Desa Di Desa Bungin Tinggi, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Jurnal Thengkyang, 20(20), 1-21.

Goldman, D. (2006). Kepemimpinan yang Mendatangkan Hasil. Yogyakarta: Amara Books. Kantor Departemen Transmigrasi Kabupaten Kutai Kartanegara

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Mangir: Bentang Pustaka.

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1987 RI Tentang Penetapan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda, Kotamadya Daerah Tingkat II Balikpapan, Kabupaten Daerah Tingkat II Kutai Dan Kabupaten Daerah Tingkat II Pasir.

Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 Tahun 1996 Tentang Pembentukan 13 (Tigabelas) Kecamatan Di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Kutai, Berau, Bulungan, Pasir, Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda dan Balikpapan. Dalam Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Timur.

Purwanto, P. (2019). Strategi dan Bentuk-bentuk Informasi Transmigrasi pada Masa orde baru dalam rangka mensukseskan program pembangunan nasional. Jurnal Kepustakawanan dan Masyarakat Membaca, 35(2), 1-15.

Sri. Hasil Wawancara Pribadi. Jl. Banggeris Desa Bangun Rejo.

Suhardin, Y. (2007). Peranan hukum dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Hukum Pro Justitia, 25(3).

Sunaryo. Hasil Wawancara Pribadi. Jl. Banggeris Desa Bangun Rejo.

Swasono, S.-E., & Singarimbun, M. (1986). Transmigrasi di Indonesia, 1905- 1985. In Jakarta, Indonesia.

Tri. Hasil Wawancara Pribadi. Jl. Banggeris Desa Bangun Rejo.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1972 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Transmigrasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah-

Daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Wika Hardika Legiani, dkk. (2018). Transmigrasi dan Pembangunan di Indonesia. Jurnal Hermeneutika Vol. 4 No. 1 Mei 2018.

Yulmardi. (2019). Transmigrasi di Provinsi Jambi : Kesejahteraan dan Sebaran Pemukiman Generasi ke Dua Transmigras. Jawa Tengah : Pena Persada.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Maghfiroh, A., Azmi, M., & Norhidayat, N. (2025). The Transmigration of the Javanese Ethnic Group in Bangun Rejo Village, Kutai Kartanegara (1980–1983). Yupa: Historical Studies Journal, 9(3), 170–177. https://doi.org/10.30872/yupa.v9i3.3803

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>