Identifikasi Profil Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Keterampilan Berpikir Kritis Menggunakan Newman’s Error Analysis
DOI:
https://doi.org/10.30872/jlpf.v4i1.2018Keywords:
Berpikir Kritis, Newman's Error Analysis, Profil KesalahanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kesalahan siswa dalam menjawab soal keterampilan berpikir kritis fisika menggunakan newman’s error analysis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 16 siswa kelas XI IPA di MAN 4 Balangan. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh (sampel populasi). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, dan wawancara. Jenis kesalahan yang siswa lakukan dalam mengerjakan soal berpikir kritis adalah kesalahan Process Skill, yaitu sebesar 38,02 %, Encoding Ability sebesar 29,17 %, Comprehension sebesar 9,38 %, Transformation sebesar 5,73 % dan Reading Recognition sebesar 5,73 %. Kesalahan terjadi karena pemahaman fisika yang kurang, tidak teliti, terburu-buru, tidak mengetahui persamaan yang digunakan, dan tidak mengetahui cara menjawab soal berpikir kritis sehingga memberikan jawaban asal. Indikator berpikir kritis dengan jumlah kesalahan terbanyak adalah indikator basic support dan inference, yaitu 41 kesalahan.
Downloads
References
Abdullah, A. H., Abidin, N. L. Z., & Ali, M. (2015). Analysis of students’ errors in solving higher order thinking skills (HOTS) problems for the topic of fraction. Asian Social Science, 11(21), 133.
AES. (2022). What Are 21st Century Skills? Applied Educational Systems. https://www.aeseducation.com/blog/what-are-21st-century-skills
Ennis, R. H. (1985). Logical Basis for Measuring Critical Thinking Skills. Education Leadership, 4, 44–48.
Fajar. (2022). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Tipe Pictorial Riddle terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Gelombang Cahaya. UIN Syarif Hidayatullah.
Fauzan, F. A., Supurwoko, & Suharno. (2021). Analisis Kesalahan Jawaban Siswa Dalam Mengerjakan Soal Uraian Pada Materi Gerak Harmonik Sederhana. Jurnal Materi Dan Pembelajaran Fisika (JMPF), 11(2), 89–94. https://doi.org/10.20961/jmpf.v11i2.49050
Fisher, A. (2008). Berpikir Kritis: Sebuah Pengantar. Penerbit Erlangga.
Muhfahroyin, M. (2009). Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran Konstruktivistik. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran (JPP), 16(1), 88–93.
Muslim, M. A. B. (2021). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Video Based-Laboratory Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Materi Dinamika Rotasi. UIN Syarif Hidayatullah.
Mustofa, Z., Ulya, I. L., Muqorrobbin, Z., Pangestu, R. T., Rochim, R. L., & Prayitno, M. A. (2023). STRATEGI PENINGKATAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI). Damhil Education Journal, 3(1), 19–35. https://doi.org/10.37905/dej.v3i1.1755
Newman, A. (1983). Strategies for Diagnosis and Remediation. Hardcourt Brace Jovanovich Group.
Ningsih, E. R. (2022). Analisis Kesalahan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Ulangan Harian Fisika Materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi di Kelas XI SMA Negeri 5 Surakarta. Sebelas Maret University.
Nugroho, P. C. S., Rahardjo, D. T., & Wahyuningsih, D. (2021). Analisis Profil Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Uraian Ujian Sekolah di SMAN Gondangrejo. Jurnal Materi Dan Pembelajaran Fisika (JMPF), 11(1), 28–36. https://doi.org/10.20961/jmpf.v11i1.47368
Purwanto, J. P., & Winarti, W. (2016). Profil Pembelajaran Fisika dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Madrasah Aliyah se-DIY. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika (JP2F), 7(1), 8–18. https://doi.org/10.26877/jp2f.v7i1.1148
Puspita, L., Putri, R. A., & Komarudin. (2020). Analisis Keterampilan Berpikir Kritis: Pengaruh Model Pembelajaran SiMaYang Berbantuan Concept Map pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan. Bioeduscience. BIOEDUSCIENCE, 4(1), 82–89. http://dx.doi.org/10.29405/j.bes/4182-894782
Rosliani, V. D., & Munandar, D. R. (2022). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VII Pada Materi Pecahan. Jurnal Educatio, 8(2), 401–409. https://doi.org/10.31949/educatio.v8i2.1968
Setyani, M. R., & Ismah. (2018). ANALISIS TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR. Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2018, 10.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Penerbit Alfabeta.
Sundari, P. D., & Sarkity, D. (2021). Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Suhu dan Kalor dalam Pembelajaran Fisika. Journal of Natural Science and Integration, 4(2), 149–161. http://dx.doi.org/10.24014/jnsi.v4i2.11445
Takaeni, I., Supandi, S., & Setyawati, R. D. (2020). Deskripsi Newman’s Error Analysis dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Peserta Didik Kelas Viii D SMP Institut Indonesia Semarang Tahun Pelajaran 2019/2020. Imajiner: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.26877/imajiner.v2i1.5758
Widyanto, I. P., & Vienlentia, R. (2022). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Peserta Didik menggunakan Student Centered Learning. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 7(4), 149–157. http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
JLPF (Jurnal Literasi Pendidikan Fisika) is an Open Access Journal. JLPF allows the author(s) to hold the copyright and to retain the publishing rights. The authors who publish the manuscript in this journal agree to the following terms:
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika by Physics Education Program, Universitas Mulawarman is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. This permits anyone to:
1. Share - copy and redistribute the material in any medium or format
2. Adapt - remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
1. Attribution - You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
2. No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.