Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Berbasis Literasi Digital Nilai-Nilai Kearifan Lokal pada Tradisi Saprahan di Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.30872/yupa.v3i1.132Keywords:
Bahan Ajar Sejarah, Literasi Digital, Nilai-Nilai Kearifan Lokal pada Tradisi SaprahanAbstract
Penelitian ini merupakan salah satu dasar dalam pengembangan bahan ajar dengan tujuan mengetahui kebutuhan di lapangan seputar bahan ajar agar dapat menghasilkan bahan ajar yang efektif dan baik. Nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diangkat dalam pengembangan bahan ajar ini adalah salah satunya kearifan lokal yang terdapat di Kalimantan Barat salah satunya adalah Tradisi Saprahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada beberapa sekolah sampel mengenai kebutuhan akan bahan ajar berbasis sejarah lokal, didapatkan fakta bahwa memang selama ini kebutuhan bahan ajar berbasis sejarah lokal sangat tinggi. Hal ini mendorong peneliti untuk membuat bahan ajar berbasis literasi digital nilai-nilai kearifan lokal pada Tradisi Saprahan sebagai solusi atas minimnya bahan ajar sejarah di sekolah-sekolah setingkat SMA/ SMK.
Downloads
References
Azwar, S. 2012. Tes Prestasi: Fungsi Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar Edisi ke-2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Branch, R.M. 2009. Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.
Cunninggsworth, A. 1995. Evaluating and Selecting EFL Teaching Materials. Oxford: Heinemann
Darmadi, H. 2010. Kemampuan Dasar Mengajar. Bandung:Alfabeta
Depdiknas, 2008. Pembelajaran Tuntas, Jakarta, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Dikdasmen.
Dick & Carey. 2009. The systematic design of instruction. New Jersey: Pearson
Djono.2013. Bimbingan dan Konseling Belajar. Surakarta: UNS Press
Emzir. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif & Kualitatif. Jakarta: Rajawali Press.
Hamalik, O.2013. Proses belajar mengajar. Jakarta: PT Bumi Akasara
Jannah, U. 2012. Menelusuri Sejarah Asal Mula Balikpapan Melalui Perayaan Erau Balik Delapan Sebuah Kajian Budaya Dan Folkor. Jurnal Premiere Educandum (JPE) P-ISSN : 2088-5350
Kartodirdjo, S.1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Penelitian Sejarah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Kurniawati,T. 2014. Buku Ajar Kependudukan dan Pelayanan KB. Jakarta: EGC
Mukkarromah, N. 2015. Pola Komunikasi Interpersonal Dalam Tradisi Erau di Kutai Kertanegara. Skripsi: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Richards, J.C. 2001. Curriculum Development in Language Teaching. Cambridge UK: Cambridge University Press
Romiszowski, A.J.1986. Producing Instructional System. Kogan Page: Nichols Publishing Company
Sani,Y.M. 2012. Erau: Ritual Politik dan Kekuasaan. Jurnal Al-Qalam. Vol.18.No 2
Sartini. 2004. Menggali Kearifan Lokal Nusantara Sebuah Kajian Filsafat. Dalam Jurnal Filsafat (Internet). Dapat diunduh dari http://www.search-document.com/pdf/1/kajian-kearifan-lokal-masyarakat-dalam-pengelolaan-sumberdaya-alam-dan-lingkungan.html
Sedyawati, E. 2012. Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi Seni dan Sejarah. Jakarta: Rajawali Press
Soebadio, H. 1986. Kepribadian Budaya Bangsa Dalam Ayat Rohaedi, Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Dunia Pustaka Jaya
Sudjana, N. 2009. Dasar-dasar proses belajar mengajar. Jakarta: Sinar Baru Algesindo
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N.S. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Suryana, Y. & Rusdiana. 2015. Pendidikan Multikultural. Bandung: Pustaka Setia
Susanto, A. 2014. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenadamedia Grup