Perbandingan analisis proksimat gelatin, bilangan iodium, dan bilangan penyabunan antara lidah babi dan lidah sapi sebagai acuan produk halal
Keywords:
analisis proksimat, bilangan iodium, bilangan penyabunan, gelatin, produk halalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar proksimat gelatin, bilangan iodin, dan bilangan penyabunan yang terkandung pada lemak babi dan lemak sapi sebagai acuan produk halal. Penelitian ini akan menggunakan lidah babi dan lidah sapi murni untuk mengetahui sifat-sifat kimianya yaitu analisis proksimat gelatin yang mencakup penentuan kadar abu, kadar air dan protein. Sifat lain yang dibandingkan adalah besarnya bilangan iodium dan bilangan penyabunan sebagai penentu kualitas lemak tersebut. Lidah sapi dan lidah babi terlebih dahulu di extrak lalu dirubah menjadi gelatin. Selanjutnya dilakukan parameter-parameter di atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin dari lidah sapi pada semua penentuan lebih tinggi dari gelatin lidah babi. Hal ini menandakan bahwa konsumsi lidah sapi mempunyai banyak kandungan proksimat dibandingkan lidah babi. Begitu pula kualitas gelatin lidah sapi juga cukup tinggi dibandingkan gelatin lidah babi.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Muflihah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in this journal agree to the following terms:
- The author retains the copyright and grants the journal right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work
