HUBUNGAN ANTARA HASIL PELATIHAN DENGAN TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PADI SAWAH
DOI:
https://doi.org/10.30872/ls.v1i1.254Keywords:
Pelatihan, Penyuluhan Pertanian, Penerapan Teknologi, UsahataniAbstract
Pelatihan usahatani padi sawah dilaksanakan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan tingkat keberhasilannya dapat dilihat darirespon petani dalam menerapkan program pelatihan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan dari faktor internal dan eksternal dengan hasil pelatihan usahatani serta menguji hubungan antara hasil pelatihan usahatani padi sawah tersebut dengan kemampuan petani dalam menerapkan hasil pelatihan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Survei pada tiga kelompok tani dengan melibatkan responden masing-masing 24 responden pada kelompok tani tersebut. Analisis data menggunakan uji korelasi peringkat spearman yang digunakan untuk menguji variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor ekternal seperti luas lahan petani hanya berhubungan sangat nyata dengan tingkat keterampilan, keikutsertaan petani dalam kegiatan demonstrasi, tingkat pemecahan masalah anggota kelompok tani berhubungan sangat nyata dengan tingkat pengetahuan dan keikutsertaan petani dalam demonstrasi. Kemudahan memperoleh sarana produksi dan sifat inovasi berhubungan sangat nyata pada dengan tingkat pengetahuan, tingkat keterampilan, dan keikutsertaan petani dalam demonstrasi. Faktor internal berhubungan sangat nyata dengan pemanfaatan hasil pelatihan usahatani. Pelatihan usahatani padi sawah berhubungan sangat nyata dengan tingkat penerapan teknologi padi sawah yang meliputi pemupukan berimbang, teknologi bercocok tanam dan perlindungan tanaman sampai panen. Keberhasilan petani dalam menerapkan teknologi usahatani padi sawah tidak terlepas dari pelatihan dan anjuran penyuluh pertanian lapangan.
Downloads
References
Amala, T.A., Chalil, D & Sihombing, L. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Adopsi Petani Terhadap Sistem Pertanian Padi Organik (Studi Kasus : Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai). Journal On Social Economic Of Agriculture And Agribusiness, 2 (11)
Departemen Pertanian. (1989). Pedoman Penyusunan dan Pelaksanaan Program Penyuluhan Pertanian di Tingkat WKBPP, BIP Ciawi
Ikhsan, Muljono, P & Sadono, D. Persepsi Petani tentang Kompetensi Keujruen Blang di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Jurnal Penyuluhan, 14 (2): 1-24
Kartasapoetra, A.I.G. (1988). Teknologi Penyuluhan Pertanian. Jakarta: PT. Bina Aksara
Lunandi, A.G. (1989). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: PT Gramedia
Madrie. (1986). Faktor-faktor Penentu Partisipasi Anggota Masyarakat dalam Pembangunan Desa. [Disertasi]. Fakultas Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.
Mosher, A.T. (1983). Menggerakkan dan Membangun Pertanian. Jakarta: CV. Yasaguna
Saputri, D.Y, Suardi, I.D.O & Dewi, I.A.L. (2017). Hubungan Faktor Sosial Petani dengan Penerapan Teknologi Budidaya Padi Hibrida di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 6 (3): 460-469