Analisis Makna Peribahasa Suku Kutai di Desa Puan Cepak Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara

  • Nia Mahmuda Universitas Mulawarman
  • Endang Dwi Sulistyowati Universitas Mulawarman
  • Jaka Farih Agustian Universitas Mulawarman
Keywords: sastra, kutai, peribahasa, makna, situasi

Abstract

Semakin kurangnya minat generasi muda menggunakan ungkapan melalui peribahasa. Dengan adanya penelitian ini, harapan peneliti bisa menjadi bentuk pelestarian peribahasa kutai dan kesadaran untuk mencintai budaya sendiri yang tertuang dalam peribahasa. Tujuan penelitian Analisis Makna Peribahasa untuk mendeskripsikan makna peribahasa Kutai di Desa Puan Cepak Kecamatan Muara Kaman dan mendeskripsikan situasi pengguna peribahasa di Desa Puan Cepak Kecamatan Muara Kaman. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan catat untuk mendapatkan data yang akurat dari sumber data atau informan. Dari hasil penelitian yang diperoleh setelah melakukan penelitian di Desa Puan Cepak didapatkan 20 peribahasa. Setelah data tersebut dianalisis, kemudian dideskripsikan makna peribahasa yang terkandung dengan melihat makna denotasi dan makna konotasi, kemudian diklasifikasikan dari segi situasi pengguna peribahasa yang mencakup ruang lingkup keluarga dan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustinalia, I. (2018). Majas, Idiom, dan Peribahasa Indonesia (A. dan S. Zamroni (ed.)). CV Graha Printama Selaras.
Al-Ma’ruf, A. I dan Nurgahani, F. (2017). Teori dan Aplikasi Statistik. In Cv. Djiwa Amarta.
Fitriani, N.(2022). Analisis Peribahsa (Pajaaq) Suku Dayak Benuaq Di Desa Intu Lingau Kecamatan Nyuatan Kabuapten Kutai Barat. Jurnal Adjektiva: Educational Languages and Literature studies. Vol. 5 No. 2 ( 57-72).
Gunawan, H. (2019). Majas dan Peribahasa. Cosmic Media Nusantara.
Hanum, I. L. (2019). Perubahan Makna dan Peribahasa. PT Penerbit Intan Pariwisata.
Harahap, N. (2020). Penelitian Kualitatif. Wal Ashri Publishing.
Hartati, S. (2015). ( Type , Meaning , and Function of the Maanyan Proverb ).
Indriawan, T. (2013). Peribahasa, Puisi, Pantun, Sajak. Infra Group.
Lubis, Indah Sari dan M, F. (2020). Fungsi Ungkapan Tradisional Pada Peribahasa Kutai. Jurnal Pendidikan Unsika, 8(November), 191–202.
Nugrahani, F. (2014). Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa.
Prihantini, A. (2015). Majas, Idiom, dan Peribahasa Indonesi superlengkap. PT Bentang Pustaka.
Rusni. (2018). Analisis Gaya Bahasa dalam Novel Upacara Karya Novel Korrie Layun Rampan. Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia.
Sari, J. nur. (2018). Analisis Peribahasa Bahasa Kutai Dialek Kota Bangun. 71.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D), 308.
Suhardi. (2015). Dasar- dasar Ilmu Semantik. Ar-Ruzz Media.
Umar, F. (2018). Peribahasa Nusantara dari Aceh Sampai Papua. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Wijaya, K. M., Permana, I., & Mustika, I. (2021). Analisis Makna Dan Gaya Bahasa Puisi “Debu” Karya Abdul Wachid B.S. Menggunakan Pendekatan Semiotika. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 4(2), 237–248.
Published
2023-04-30
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>