Konsep Misoginis dan Standar Kecantikan dalam Novel Imperfect Karya Meira Anastasia
DOI:
https://doi.org/10.30872/adjektiva.v9i1.7079Keywords:
misoginis, standar kecantikan, imperfect, feminisAbstract
Fenomena misoginis dan standar kecantikan yang tidak realistis kerap memojokkan perempuan dalam tatanan budaya patriarki, sebuah realitas yang terekam dalam karya sastra populer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi konsep misoginis dalam narasi dan dialog tokoh, serta menganalisis bagaimana standar kecantikan berfungsi memperkuat atau menantang konsep tersebut dalam novel Imperfect karya Meira Anastasia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik sastra feminis yang mengacu pada teori misoginis Kate Manne. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik studi dokumen dengan pembacaan intensif, kemudian dianalisis secara interpretatif untuk melihat manifestasi logika misoginis dalam teks. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa komentar negatif dan tekanan sosial terkait fisik dalam novel bukan sekadar hinaan personal, melainkan alat kontrol sistemik patriarki untuk menghukum perempuan yang tidak memenuhi ekspektasi ideal. Meskipun standar kecantikan awalnya digambarkan sebagai alat penindasan, narasi novel pada akhirnya menawarkan wacana perlawanan melalui proses penerimaan diri tokoh utama. Simpulannya, novel ini merepresentasikan kritik terhadap sistem misoginis sekaligus menegaskan bahwa nilai perempuan tidak semata ditentukan oleh kepatuhan terhadap standar fisik eksternal.
Downloads
References
Abd Rasyid, S., Cinu, S., Wijaya, N., Sinala, A., Uja, S. K., & Riskan, A. (2024). Konstruksi media sosial dalam pembentukan perilaku konsumen kecantikan (studi pada mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako). Innovative: Journal of Social Science Research, 4(4), 8887–8901.
Anastasia, M. (2018). Imperfect. Gramedia Pustaka Utama.
Br Tarigan, V. M. (2025). Kritik sastra feminisme dalam novel “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan” karya Meira Anastasia. Jurnal Cakrawala Akademika, 2(1), 724–739.
Fitrasari, A., & Listyani, R. H. (2024). Konstruksi kecantikan warna kulit perempuan Indonesia (studi kasus di Surabaya). Paradigma, 13(3), 61–70.
Halizah, L. R., & Faralita, E. (2023). Budaya patriarki dan kesetaraan gender. Wasaka Hukum, 11(1), 19–32.
Iktisah, E., & Supratno, H. (2025). Perlawanan tokoh perempuan terhadap kaum misoginis dalam novel Laila Tak Pulang karya Abi Ardianda: Kajian feminis eksistensialis Simone de Beauvoir. Jurnal Sapala, 12(1), 80–93.
Indiarma, V. (2025). Manifestasi misogini terinternalisasi (internalized misogyny) pada tren TikTok “Pick Me Girl”. Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial, 8(2), 123–134.
Manne, K. (2017). Down Girl: The logic of misogyny. Oxford University Press.
Purwaningsih, S. Z. E., & Alam, P. I. P. (2024). Tragedi di balik dinding rumah: Dinamika psikologis dan kriminologis pada kasus pembunuhan berencana dalam budaya patriarki.
Rokhmah, A. I. N., & Suryanto, E. (n.d.). Representasi emansipasi wanita dalam seksualitas novel Dr Upadi karya Sujiwo Tejo: Kritik sastra feminis. Kajian Linguistik dan Sastra, 7(2), 160–175.
Santi, K. A. R. U. N. I. A. (2021). Sisi gelap industri hiburan dan kekerasan terhadap perempuan. OSP Preprints.
Siswanti, R., Sunarto, S., & Yusriana, A. (2022). Representasi objektifikasi seksualitas wanita pada iklan kondom Sutra versi “Mantap–Mantap Makin Mesra” di ANTV pada pukul 02.00 WIB malam. Interaksi Online, 10(4), 113–120.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Noviana Nur Azizah, Devi Cintia Kasimbara; Dedy Richi Rizaldy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













