Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Webgis Kependudukan Terhadap Keterampilan Berpikir Spasial Siswa

Authors

  • Ni Putu Laksmiarini Jurusan Geografi, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha, Iindonesia
  • I Putu Sriartha Jurusan Geografi, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha, Iindonesia
  • I Gede Astra Wesnawa Jurusan Geografi, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha, Iindonesia

DOI:

https://doi.org/10.30872/geoedusains.v6i2.5881

Keywords:

Problem Based Learning, WebGIS Kependudukan, Berpikir Spasial

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan Problem Based Learning (PBL) berbantuan WebGIS Kependudukan terhadap keterampilan berpikir spasial siswa dalam pembelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Tejakula. Berbagai studi sebelumnya telah memanfaatkan WebGIS dalam pembelajaran, namun penggunaan WebGIS Kependudukan secara khusus masih sangat terbatas. penelitian sebelumnya yang memanfaatkan WebGIS Kependudukan menggunakan model Project Based Learning (PjBL), sehingga efektivitasnya dalam model PBL belum banyak dieksplorasi. Kondisi ini menjadi celah penelitian yang penting untuk dikaji lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pretest–posttest control group yang melibatkan 68 siswa. Keterampilan berpikir spasial diukur melalui tes esai yang dikembangkan berdasarkan empat indikator utama, yaitu comparisons, region, aura, dan transitions. Analisis peningkatan kemampuan dilakukan menggunakan uji N-Gain untuk menilai efektivitas pembelajaran secara proporsional antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantuan WebGIS Kependudukan memberikan peningkatan keterampilan berpikir spasial yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional. Kelas eksperimen memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,72 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 0,24 (kategori rendah). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PBL dan teknologi geospasial mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan membantu siswa memahami data keruangan secara lebih mendalam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. (2023). Statistik Indonesia 2023 (No. 1101001, hlm. 790). https://www.bps.go.id/publication/2020/04/29/e9011b3155d45d70823c141f/statistik-indonesia-2020.html

Gersmehl, P. J., & Gersmehl, C. (2011). Teaching geography. Guilford Press. https://doi.org/10.2307/1794442

Maharani, W., & Maryani, E. (2016). Peningkatan spatial literacy peserta didik melalui pemanfaatan media peta. Jurnal Geografi Gea, 15(1), 46–54. https://doi.org/10.17509/gea.v15i1.4184

Metoyer, S., & Bednarz, R. (2017). Spatial thinking assists geographic thinking: Evidence from a study exploring the effects of geospatial technology. https://eric.ed.gov/?id=EJ1119121&utm

Nurcahyo, A. D., & Winanti, E. T. (2021). Pengaruh model problem based learning terintegrasi pendekatan induktif terhadap kemampuan berpikir spasial dan pengetahuan siswa pada materi mitigasi bencana. https://doi.org/10.17977/um017v26i12021p041

Ridha, S., Utaya, S., Bachri, S., Handoyo, B., Bilgiler, S., & Dergisi, E. A. (2019). Students’ geographic skills in Indonesia: Evaluating GIS learning material questions using taxonomy of spatial thinking. Journal of Social Studies Education Research, 10. http://www.jsser.org

Susilawati, S. A., & Sunarhadi, M. A. (2017). Implementasi model peta (pembelajaran kompetensi spasial) dalam mata pelajaran geografi bagi guru SMA di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Warta LPM, 20(2), 128–137. https://doi.org/10.23917/warta.v20i2.4530

Downloads

Published

2025-12-30

Issue

Section

Articles