Identifikasi Risiko Kecelakaan Pada Pantai Mutiara

Main Article Content

Maratussholihah Maratussholihah
Novi Puspitasari
Dicky Gema Kusuma
Zulfa Nur Khalista
Ciara Putri Noviya Romadhona
Nastiti Mufidah

Abstract

Pantai Mutiara menjadi salah satu objek wisata pesisir yang sangat diminati, terutama saat musim libur tiba. Namun, tingginya arus kedatangan wisatawan ini juga meningkatkan potensi kecelakaan yang dipicu oleh faktor alam, perilaku manusia, fasilitas, hingga manajemen lokasi. Studi ini dilakukan untuk mengenali berbagai jenis risiko, mendalami penyebabnya, serta memetakan titik-titik berbahaya guna menyusun rencana pencegahan yang tepat. Data dikumpulkan secara kualitatif melalui pengamatan langsung serta diskusi bersama pengelola, tim penjaga, dan para pelancong. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa ancaman keselamatan di kawasan ini meliputi risiko terseret arus laut, terpeleset di medan yang curam, insiden saat bermain wahana air, hingga masalah kesehatan seperti kekurangan cairan. Pemicu utamanya beragam, mulai dari kondisi alam (seperti arus bawah laut dan cuaca buruk), kecerobohan pengunjung dalam menaati aturan, kurangnya alat penyelamat dan papan peringatan, hingga sistem pengawasan yang belum optimal.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Ima Nurmalia Permatasari. “Kajian Resiko, Dampak, Kerentanan dan Mitigasi Bencana Abrasi Dibeberapa Pesisir Indonesia.” Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) 3, no. 1 (2021): 56. https://doi.org/10.30649/jrkt.v3i1.56.

Julian Dwi Saptadi, Machfudz Eko Arianto, dan Muchamad Rifai. “Studi Sarana Prasarana Keselamatan dan Keamanan Wisatawan pada Destinasi Wisata Pantai Parangtritis dan Pantai Baron Tahun 2021.” Mei 2022, t.t.

Laela Rustiani, Bambang Agus Herlambang, dan Ahmad Khoirul Anam. “Analisis Risiko Tsunami Berbasis GIS dan Kondisi Eksisting Pantai untuk Mitigasi Bencana di Kota Banda Aceh.” Modem : Jurnal Informatika dan Sains Teknologi. 4, no. 1 (2026): 118–28. https://doi.org/10.62951/modem.v4i1.754.

Marfai, Muh Aris, dan Lorenz King. “Coastal Flood Management in Semarang, Indonesia.” Environmental Geology 55, no. 7 (2008): 1507–18. https://doi.org/10.1007/s00254-007-1101-3.

Nurhamsyah, Donny, Siti Yuyun Rahayu Fitri, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra, dkk. “Simulasi Penanganan Korban Tenggelam dan Launching Satgas Nawasena Berbasis Sistem Informasi Geografis untuk Meningkatkan Keselamatan Wisata di Pantai Pangandaran.” Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) 8, no. 6 (2025): 2991–3006. https://doi.org/10.33024/jkpm.v8i6.19400.

Putranto, Anggoro dan Jani. “Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi Untuk Identifikas Wilayah Berisiko Bencana Tsunami di Kawasan Pesisir Pantai Sine, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.” Jurnal Pesisir Dan Laut Tropis 12, no. 2 (2024): 46–58. https://doi.org/10.35800/jplt.12.2.2024.57592.

Ritaka Wangsa, Anak Agung Ratu, Tjokorda Istri Praganingrum, I. Gusti Agung Ayu Istri Lestari, dan Ni Luh Made Ayu Mirayani Pradnyadari. “Manajemen Risiko Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai di Kabupaten Buleleng Bali: (Studi Kasus: Pantai Celukan Bawang dan Pantai Les Tejakula).” Jurnal Ilmiah Telsinas Elektro, Sipil dan Teknik Informasi 7, no. 2 (2024): 219–28. https://doi.org/10.38043/telsinas.v7i2.5605.

Widiyanto, Wahyu, Sanidhya Nika Purnomo, Muhammad Azmy Ikhsani, dkk. “Tsunami Preparedness in the Coastal Tourism Area of Palabuhanratu Bay, West Java.” Sustainable Marine Structures, 12 Februari 2026, 115–41. https://doi.org/10.36956/sms.v8i1.2868.

Wijaya, Oktomi, Dholina Inang Pambudi, dan Dzaky Makarim. “Manajemen Risiko Keselamatan, Kesehatan, dan Keamanan di Kawasan Wisata Pantai Parangtritis.” Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health 9, no. 1 (2024): 43–56. https://doi.org/10.21111/jihoh.v9i1.11952.

Winarso, Gathot, Haris Joko, dan Samsul Arifin. “Kajian Penggunaan Data Inderaja Untuk Pemetaan Garis Pantai (Studi Kasus Pantai Utara Jakarta).” Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital 6, no. 1 (2009): 65–72. https://doi.org/10.30536/inderaja.v6i1.3245.