Sejarah Upacara Adat Pelas Tanah Di Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016
DOI:
https://doi.org/10.30872/sem51v89Keywords:
Pelas Tanah, Adat kutai, Ritual PembersihanAbstract
Penelitian ini menjelaskan latar belakang pelaksanaan upacara adat Pelas Tanah pada tahun 2016 di Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur. Tujuannya adalah untuk mengetahui prosesi dan dampak secara sosial dan ekonomi dari upacara adat Pelas Tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Sejarah yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Fokus penelitian membahas tentang gambaran umum sejarah upacara adat Pelas Tanah dan pelaksanaannya.
Hasil dari penelitian ini adalah ritual Pelas Tanah di Sangatta Utara memililiki tahapan pelaksanaannya, yang pertama Menjamu Benua, Tempong Tawar, Beluluh, Mendirikan Tiang Ayu, Ngenjong, Bepelas, Makan Bebaki, dan Belimbur atau Betepong. Pelas Tanah merupakan tradisi yang dipercaya untuk membersihkan suatu wilayah atau kampung dari roh jahat baik yang tampak maupun tidak tampak, sekaligus ucapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpah rezeki yang diberikan melalui tanah. Namun Pelas Tanah sekarang dikemas dengan acara yang lebih modern untuk dapat meningkatkan minat wisatawan dan sekaligus media promosi agar kebudayaan Kutai lebih dikenal dan terus dilestarikan. Acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat baik lokal maupun luar, tampak dari beberapa media yang menyoroti acara ini.
References
Embon, D., & Suputra, I. G. K. A. (2018). Sistem simbol dalam upacara adat Toraja Rambu Solo: Kajian semiotik. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 3(7), 1-10.
Rizky, Y. (2018). Musik Dewa-Dewa Dalam Upacara Erau Pelas Benua di Guntung Kota Bontang Kalimantan Timur. SELONDING, 14(14).
Rukmana, L. H. (2017). MAKNAPESAN NON VERBALDALAM UPACARA ADAT KOLOLIKIE KESULTANAN TERNATE
aho, B. (2021). Teori sosiologi modern (EDISI REVISI).
Keesing, R. (2014). Teori-teori tentang Budaya. Antropologi Indonesia.
Suryanti, A. (2017). Upacara Adat Sedekah Laut di Pantai Cilacap. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 3(2).
Fiqriyah, A. N. R. (2022). Pelestarian Upacara Adat Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Jurnal Riset Pembangunan, 5(1), 45-55.
Roulice, N., & Sulistyo, W. D. (2021). TRADISI BIRAU SEBAGAI WADAH MEMBANGUN TOLERANSI MASYARAKAT BULUNGAN YANG MULTIKULTURAL. Al-Fikru: Jurnal Pendidikan Dan Sains, 2(2), 257-266.
Purnamaria, E., Azizah, S., & Ramadhani, S. (2019, September). Pendekatan Arsitektur Vernakular Rumah Lamin Pada Desain Kompleks Studio Photography Etnik Kalimantan Timur di Samarinda. In Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan (Vol. 1, No. 1, pp. 651-656).
Fiqriyah, A. N. R. (2017). MAKNA PESAN BAJU ADAT KUTAI MISKAT DAN TAKWO PADA MASYARAKAT TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA.
Seniman, P. (2021). PERAN SENIMAN DAERAH DALAM MENJADIKAN SAPE SEBAGAI IKON MUSIK TRADISIONAL KALIMANTAN TIMUR.
NURYASMI, N. (2021). DI BALIK TOPENG HUDOQ, TERSIBAK CERITA ASAL USUL LAHIRNYA TARI HUDOQ. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 1(1), 108-122.
Isnaini, F. (2022). PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN TARI JEPEN MASYARAKAT KUTAI TIMUR. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 1(12), 2887-2890.
Janah, U. (2017). Fungsi simbolik perayaan Erau di Tenggarong (kajian semiotika). Jurnal Masyarakat dan Budaya, 19(2), 269-286.
Husna, H. (2019). Perancangan Concept Art Game Budaya Erau “Belimbur” Adat Kutai Kartanegara Berbasis Android (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta).
Ananda, P. A., & Widianto, A. A. (2021). Solidaritas umat beragama dalam melestarikan kegiatan Belimbur pada Upacara Erau adat Kutai Kartanegara. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(3), 379-387.
Azzuhdi, T. D. U. (2022). Nilai Karakter dalam Tradisi Beseprah Adat Erau Kutai dan Implementasinya pada Pembelajaran PAI. Borneo Journal of Islamic Education, 2(1), 87-97.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dea Fitri Adrianti, Muhammad Azmi, Michael Silvester Mitchel Vinco

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
