Peran Sanggar Bina Seni Budaya Indonesia dalam Pelestarian Seni Tradisional 1992-2024 di Kota Samarinda

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/5tdvk663

Keywords:

: Sanggar Bina Seni Budaya Indonesia, Pelestarian Seni Tradisional

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sanggar Bina Seni Budaya Indonesia (BSBI) dalam pelestarian seni tradisional di Samarinda. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana BSBI mempertahankan dan mengembangkan seni tradisional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang mencakup langkah-langkah heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Dengan pendekatan ini, penelitian ini mengkaji berbagai sumber seperti wawancara, dokumentasi, dan sumber tertulis terkait aktivitas sanggar seni ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSBI berperan aktif dalam menjaga eksistensi seni tradisional, khususnya tari dan musik Kalimantan Timur, melalui pelatihan, pementasan, dan partisipasi dalam festival lokal maupun internasional. BSBI juga berinovasi dengan menggabungkan unsur modern dalam seni tradisional untuk menarik minat generasi muda. Selain itu, BSBI turut membentuk identitas budaya lokal dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan warisan budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BSBI merupakan aktor penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni tradisional di era modern.

References

Asfi. Hasil Wawancara Pribadi. Anggota Sanggar Seni BSBI.

Bandem. (1991). Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni. Kesenian Bali.

Bontang Post. (2018). Sanggar Bina Seni Budaya Indonesia: Menjadi Duta Kesenian Indonesia di Dunia Internasional.

Bourdieu, P. (1977). Outline of a Theory of Practice. Cambridge University Press.

Bourdieu, P. (1984). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Harvard University Press.

Delila. Hasil Wawancara Pribadi. Penari Sanggar Seni BSBI.

Guilford, J. P. (1950). Creativity. American Psychologist, 5(9), 444-454.

Hafiza. Hasil Wawancara Pribadi. Ketua Umum Sanggar Seni BSBI.

Hall, S. (1990). Cultural Identity and Diaspora. In J. Rutherford (Ed.), Identity: Community, Culture, Difference (pp. 222-237). London: Lawrence & Wishart.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (n.d.). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Kuntowijoyo. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang.

Parsons, T. (1951). The Social System. Free Press.

Pulungan, S. (2017). Kajian Plestarian Seni Budaya Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara. Gerbang Etam, 11(2).

Shils, E. (1981). Tradition. University of Chicago Press.

Williams, R. (1983). Keywords: A Vocabulary of Culture and Society. Oxford University Press.

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Peran Sanggar Bina Seni Budaya Indonesia dalam Pelestarian Seni Tradisional 1992-2024 di Kota Samarinda. (2026). Amarthapura: Historical Studies Journal, 4(1), 14-23. https://doi.org/10.30872/5tdvk663