Artikel Kampung Teluk Semanting Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau (1987-2018)

Sosial Ekonomi

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/7qdz7t88

Keywords:

Sosial Ekonomi, Teluk Semanting, Pendidikan, Kelompok Usaha, Infrastruktur

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kehidupan sosial ekonomi masyarakat kampung Teluk Semanting Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau (1987-2018). Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian sejarah yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Fokus penelitian membahas tentang kehidupan sosial ekonomi Kampung Teluk Semanting, mencakup sejarah awal, kehidupan sosial, dan ekonomi masyarakat. Kampung ini terbentuk pada tahun 1938 dengan kedatangan Kapiten Daeng di Teluk Pangkul, diikuti oleh perpindahan penduduk ke Teluk Semanting pada tahun 1965 yang menandai awal perkembangan pertanian. Perubahan signifikan terjadi pada 1974 dengan peningkatan akses pendidikan dan pembentukan pemerintahan kampung pada 1987. Sejak 1995, masyarakat mulai beralih dari pola kerja individu ke usaha kelompok dalam sektor perikanan, perkebunan, dan produksi kerupuk ikan. Peningkatan pendidikan, solidaritas sosial, dan pembangunan infrastruktur menjadi pendorong utama perubahan sosial ekonomi hingga saat ini.

References

Abdurahman, D. (2011). Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Yogyakarta: Ombak.

Ali, A. A. (2020). Identifikasi dan Pemberdayaan Masyarakat Miskin Nelayan Tradisional.

Jurnal Pondasi, 38.

Basrowi, & Juariyah, S. (2010). Analisis Kondisi Sosial Ekonomi Dan Tingkat Pendidikan

Masyarakat Desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung

Timur. Jurnal Ekonomi & Pendidikan , 60.

Hasoloan, J. (2013). Pengantar Ilmu Ekonomi. Bandung: Deepublish.

Imron. (2003). Pengembangan Ekonomi Nelayan dan Sistem Sosial Budaya. Jakarta: PT.

Gramedia.

Downloads

Published

2026-08-17

How to Cite

Artikel Kampung Teluk Semanting Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau (1987-2018): Sosial Ekonomi. (2026). Amarthapura: Historical Studies Journal, 3(2), 60-68. https://doi.org/10.30872/7qdz7t88