Author Guideliness

Jurnal Diglosia menerima artikel ilmiah hasil penelitian maupun hasil gagasan konseptual untuk dipublikasikan meliputi bidang:

- Kajian Sastra Indonesia/Daerah

- Kajian Bahasa Indonesia/Daerah

- Kajian Pendidikan/Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesia/Daerah

Ketentuan Penulisan Artikel

1. Naskah yang diusulkan belum pernah dipublikasikan pada jurnal mana pun atau media lain, serta tidak mengandung unsur plagiat, dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari penulis.

2. Setiap naskah akan dicek indikasi plagiarismenya secara daring (plagiarism screening) menggunakan Plagiarism Checker X. Editor berhak menolak artikel yang terindikasi mengandung plagiarisme lebih dari 60%.

3. Naskah dapat berupa hasil penelitian (studi lapangan maupun kepustakaan), gagasan konseptual dan aplikasi teori, maupun laporan kasus.

4. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia dan mengikuti format yang ditentukan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, terdiri atas 150―250 kata, spasi tunggal, tanpa kutipan dan hanya memuat tujuan, metode, dan hasil.

5. Naskah diketik dengan huruf Garamond ukuran 12, spasi 1,15 pada kertas ukuran A4 dengan ruang sisi tepi kanan, kiri, atas dan bawah masing-masing 3 cm. Naskah terdiri atas 5.000―6.000 kata dengan jumlah halaman minimal 10 dan maksimal 15 halaman, termasuk daftar pustaka dan tabel.

6. Sistematika penulisan artikel ilmiah dan artikel gagasan konseptual mengikuti tata cara/template penulisan jurnal Diglosia (template dapat diunduh di laman jurnal Diglosia).

7. Daftar pustaka ditulis secara alfabetis dan urut dengan mengikuti tata cara penulisan artikel ilmiah jurnal Diglosia.

8. Naskah dapat dikirimkan ke redaksi melalui laman jurnal Diglosia maksimal tanggal 15 bulan Desember untuk edisi bulan Februari, dan maksimal tanggal 15 bulan Juni untuk edisi Agustus.

9. Kepastian pemuatan atau penolakan naskah akan diberitahukan kepada penulis melalui email redaksi. Naskah yang tidak dimuat masih menjadi hak penulis dan dapat dikirimkan ke jurnal ilmiah lain.

10. Penulis bersedia melakukan revisi minor maupun mayor jika diperlukan.

11. Redaksi tidak menerima komunikasi melalui email. Seluruh komunikasi (termasuk revisi naskah) dilakukan melalui laman jurnal Diglosia.

PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL DIGLOSIA

1. Artikel wajib ditulis dalam bahasa Indonesia dan mengikuti template yang diberikan.

2. Judul artikel terdiri atas 10―15 kata dan ditulis dengan huruf kapital yang dicetak tebal.

3. Identitas penulis terdiri atas:

a. nama penulis ditulis lengkap (tidak disingkat) dan tanpa gelar, mulai dari penulis utama, penulis kedua, dan seterusnya;

b. asal instansi ditulis di bawah nama penulis mencakup nama dan alamat lembaga;

c. apabila penulis lebih dari satu orang dengan alamat instansi yang berbeda, di belakang setiap nama diberi indeks dengan angka arab;

d. alamat pos-el korespondensi berupa alamat surat elektronik diwakili oleh satu orang penulis.

4. Abstrak (abstract) ditulis dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan panjang 150―250 kata. Abstrak berbahasa Inggris ditulis terlebih dulu diikuti abstrak berbahasa Indonesia. Abstrak harus berisi ringkasan artikel, yaitu tujuan, metode, dan hasil penelitian/kajian, dan tidak diperbolehkan menggunakan singkatan dan kutipan/sumber rujukan dalam abstrak. Abstrak diikuti dengan kata kunci (keywords) 2―7 kata/frasa.

5. Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, dan manfaat penelitian. Bagian pendahuluan tidak dibedakan atas sub-subbab. Maksimal 20% dari seluruh badan naskah.

6. Kerangka teori berisi landasan teori dan kajian pustaka yang relevan dengan penelitian. Bagian kerangka teori dapat dibedakan atas sub-subbab. Maksimal 25% dari seluruh badan naskah.

7. Metode penelitian berisi metode yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan dan hendaknya diuraikan secara jelas dan rinci. Maksimal 10% dari seluruh badan naskah.

8. Pembahasan disajikan dengan menjelaskan hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang diangkat. Bagian pembahasan dapat dibedakan atas sub-subbab. Maksimal 35% dari seluruh badan naskah.

9. Penutup berisi simpulan dan maksimal 10% dari seluruh badan naskah.

10. Daftar pustaka berisi daftar referensi, baik berupa buku, artikel ilmiah, maupun sumber lain, yang digunakan dalam penulisan artikel. Daftar pustaka merupakan sumber terkini maksimal 10 tahun terakhir (kecuali untuk sumber primer yang dianggap penting dan mendukung pembahasan). Daftar pustaka ditulis secara alfabetis dan urut, serta mengikuti tata cara penulisan sumber rujukan selingkung jurnal Diglosia.

11. Khusus naskah gagasan konseptual, sistematika penulisan mengikuti sistematika nomor 1 sampai 10, kecuali nomor 7.

12. Penulisan tabel dan gambar mengikuti ketentuan yang termuat di dalam template.

13. Rujukan dalam artikel menggunakan format umum pengutipan, misalnya: Dixon (2011:32), (Rivkin & Ryan, 2004:493), Radford et.al. (1999:83), atau (Sidja dkk, 2002:382).

14. Sistematika penulisan daftar pustaka mengikuti aturan berikut ini.

a. Rujukan berupa buku dengan satu pengarang/editor

Jabrohim (Ed.). 2010. Teori Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dixon, R.M.W. 2011. Basic Linguistic Theory: Grammatical Topics (Volume 2). New York: Oxford University Press.

Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Teori Pengkajian Fiksi (Edisi Revisi). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

b. Rujukan buku dengan lebih dari satu pengarang/editor.

Rivkin, Julie & Michael Ryan. 2004. Literary Theory: An Anthology (Second Edition). UK: Blackwell Publishing, Ltd.

Wijana, I Dewa Putu & Muhammad Rohmadi. 2012. Sosiolinguistik: Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sidja, Ketut, dkk. 2002. Cerita Rakyat Daerah Bali. Denpasar: Bagian Proyek Pengkajian dan Pemanfaatan Sejarah dan Tradisi Bali.

Radford, A., et.al. 1999. Linguistics an Introduction. Cambridge: Cambridge University Press.

c. Rujukan dari buku terjemahan

Redfield, Robert. 1982. Masyarakat Petani dan Kebudayaan. Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Daniel Dhakidae. Jakarta: CV Rajawali.

Jefferson, Ann dan David Robey (Eds.). 1988. Teori Kesusastraan Modern: Pengenalan Secara Perbandingan. Diterjemahkan dalam Bahasa Malaysia oleh Mokhtar Ahmad. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia.

d. Rujukan dari jurnal dan majalah/koran

Arifin, Mushallin. 2013. “Rahasia Sukses Jutawan Tanpa Modal” dalam Kompas, 2 Juni 2013. Hal: 12.

Hardiningtyas, Puji Retno. 2014. “Oriental: Budaya Indis dalam Tetralogi Pulau Buru Karya Pramoedya Ananta Toer” dalam Sawerigading, Volume 20, No. 2, Agustus 2014. Hal: 183—193.

e. Rujukan dari Bab dalam Buku

Hibiya, Junko. 2010. “Variationist Sociolinguistics” dalam Natsuko Tsujimura (Ed.). The Handbook of Japanese Linguistics. Australia: Blackwell Publishing.

f. Rujukan dari prosiding

Banita, Baban dan Nana Suryana. 2017. “Seksualitas Perempuan dalam Sajak-Sajak Karya Goenawan Mohamad” dalam Wiyatmi, dkk (eds.). Prosiding Sastra Merajut Keberagaman, Mengukuhkan Kebangsaan. Seminar Nasional 2017 Hiski Komisariat UNY. Hal: 571—588.

g. Rujukan dari internet (artikel/jurnal)

Wibowo, Ridha Mashudi dan Agustin Retnaningsih. 2015. “Dinamika Bentuk-Bentuk Sapaan sebagai Refleksi Sikap Berbahasa Masyarakat Indonesia” dalam Humaniora, Vol. 27, No. 3, Oktober 2015. https://doi.org/10.22146/jh.v27i3.10587 (diunduh 2 Januari 2016 09.12 Wita).

Handayani, Rara. 2008. “Sastra Populer” dalam http://rara89.wordpress.com/2008/07/16/sastra-populer/ (diakses 23 September 2009 19.23 Wita).

Suaka, I Nyoman. 2003. “Citra Wanita dalam Kritik Sastra Feminis” dalam http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2003/9/28/ap3.html (diakses 20 April 2009 09.23 Wita).