CERITA ANAK SEBAGAI MEDIA PEMBENTUK KARAKTER ANAK

  • Ferdian Achsani Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Surakarta
Keywords: pendidikan karakter, cerita anak, media pembelajaran

Abstract

Literature and character education are two things that can not be separated. Literature as a reflection of the life of the community generally teaches the reader to be able to understand the wisdom of the displayed story. Literature can be used as a medium of learning, especially in the process of internalization of the value of character education to learners. The value of character education in the literary work is expected to be followed by the students. Currently, Indonesia is experiencing moral degradation. The need for moral cultivation to the learners aims to create human beings who are virtuous in the future. Each subject has the right to internalize character education to learners. So in the Indonesian language, the process of characterization of character education can be done when learning on literary materials. This study aims to describe the value of character education in Solopos children's stories. this research is included in qualitative descriptive research. The results of this study concluded that in the story Solopos child, there is a value of character education that can be taught to learners, especially at the elementary school level. The results showed that this child's story can be used as a reference for teachers, as a medium to internalize character education at the elementary school level.

Sastra dan pendidikan karakter merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sastra sebagai cerminan kehidupan masyarakat, umumnya mengajarkan kepada pembaca untuk dapat memahami hikmah dari cerita yang ditampilkan. Sastra dapat digunakan sebagai media pembelajaran, terutama dalam proses penginternalisasian nilai pendidikan karakter kepada peserta didik. Nilai pendidikan karakter dalam karya sastra tersebut diharapkan dapat diteladani oleh peserta didik. Saat ini Indonesia sedang mengalami degradasi moral. Perlunya penanaman moral kepada peserta didik bertujuan untuk menciptakan manusia yang berbudi pekerti di masa depan. Setiap mata pelajaran memiliki hak untuk menginternalisasikan pendidikan karakter kepada peserta didik. Maka dalam bahasa Indonesia, proses penginternalisasian pendidikan karakter dapat dilakukan ketika pembelajaran pada materi kesastraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan nilai pendidikan karakter dalam cerita anak Solopos. penelitian ini termasuk dalam penelitian diskrptif kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam cerita anak Solopos, terdapat nilai pendidikan karakter yang dapat diajarkan kepada peserta didik terutama pada jenjang sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa cerita anak ini dapat digunakan sebagai rujukkan bagi guru, sebagai media untuk menginternalisasikan pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar.

References

Achmad, N. 2018. Gara-Gara Layangan. Solopos. 21 Januari 2018

Adnan, L. 2018. Peri Buku. Solopos 25 Maret 2018, p. 7.

Damayanti, D. 2014. Panduan Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Araska.

Effendi, M. 2017. Pidato Mendikbud HGN 2017 “Membangun Pendidikan Karakter melalui Keteladanan Guru.” Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=UFXKca7dp8s&list=LLNE6pCIeBWH-TmfJp91Rapg&index=11

Endah, Y. 2018. Permainan Pengganti. Solopos, 18 Februari 2018, p. 7.

Habsari, Z. 2017. Dongeng sebagai pembentuk karakter anak. Bibliotika, 1(1), 21–29.

Ismawati, E. 2013. Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Kristanto, Z. 2018. Kantong Plastik Ajaib. Solopos, 4 Februari 2018, p. 7.

Latifah, R. 2018. Berburu Kinjeng. Solopos, 4 Maret 2018, p. 7.

Lickona, T. 2013. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Menjadi Siswa. Bandung: Penerbit Nusa Media.

Lickona, T. 2016. Persoalan Karakter: Bagaimana Membantu Anak Mengembangkan Penilaian Yang Baik, Integritas, dan Kebajikan Penting Lainnya (Jumo Abdu Wamaungo & Jean Antunes Rudolf Zien). Jakarta: PT Bumi Aksara.

Nurgiyantoro, B. 2010. Sastra anak dan pembentukan karakter. Cakrawala Pendidikan, 2(2), 25–40.

Burgiyantoro, B. 2013. Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Pena, W. 2018. Prestasi Nadia. Solopos. 28 Januari 2018.

Rahmatainment. 2016. Kultum Bersama Ustadz Wijayanto :“Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak”. Retrieved June 12, 2018, from https://www.youtube.com/watch?v=SxX43XwWaoo&index=10&list=LLNE6pCIeBWH-TmfJp91Rapg&t=215s

Riana, M. 2017. Papa Mama Gaul Dong. Retrieved June 1, 2018, from https://www.youtube.com/watch?v=UkNuiGNIGB4&list=LLNE6pCIeBWH-TmfJp91Rapg&index=36&t=0s

Rokhmansyah, A. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra. Yogykarta: Graha Ilmu.

Romadhon, M. 2018. Kado Imlek Buat Mee Lan. Solopos, 25 Februari 2018, p. 7.

Rositi. 2018. Ayo Biasakan Cuci Tangan. Solopos, 11 Maret 2018 p. 7.

Rukhayah. 2015. Pengembangan Model Pembelajaran Sastra Anak Dengan Pendekatan Kooperatif di Sekolah Dasar. UNS.

Sadiman, A. S. 2014. Media Pendidikan: Penegrtian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.

Suhardi. 2018. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Dongeng Putra Lakon. Lingua, 14(1).

Tarra, Tiqom. 2018. Empat Sekawan Dari Kampung Kelapa. Solopos, 4 Februari 2018, p. 7.

Wiyani, N. A. 2013. Konsep, Praktik & Strategi Membumikan Pendidikan Karakter di SD. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Published
2018-08-30
How to Cite
Achsani, F. (2018). CERITA ANAK SEBAGAI MEDIA PEMBENTUK KARAKTER ANAK. DIGLOSIA : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 1(2), 53-64. https://doi.org/10.30872/diglosia.v1i2.pp53-64
Section
Article